Langsung ke konten utama

MENGAPRESIASI DENGAN KOPI



Minggu pagi itu hujan turun, cukup untuk membuat badan sedikit menggigil karena dinginnya.  Aku bersama dengan Pak yusak, serta dibantu oleh beberapa teman pemilik kedai kopi di kotaku, Purbalingga, sudah sibuk mempersiapkan segala sesuatunya di garasi mobil, halaman gedung Gereja Kristen Indonesia (GKI) Purbalingga.  Beberapa hari yang lalu, aku dan Pak Yusak terlibat dalam sebuah obrolan ringan, kami merencanakan membuat sebuah kegiatan untuk lebih mengakrabkan Father’s Club dengan Jemaat GKI Purbalingga.  Sekedar informasi tambahan, Father’s Club adalah komunitas ayah di GKI Purbalingga dimana di komunitas ini para ayah bisa saling berbagi cerita, berbagi pengalaman dan saling membangun dalam perannya sebagai seorang Ayah dalam rumah tangga.

“Punya ide apa untuk Father’s club, Pak?”, kataku.

“Kita buat saja acara yang Father’s Club jadi bisa lebih dirasakan kiprahnya di Jemaat ini,” jawab Pak Yusak.

Spontan aku melontarkan gagasanku, “Kita buat saja acara minum kopi gratis, para Ayah kan identik juga dengan kopi.”

“Waah..iya..ide bagus itu, ayo kita rancang !”, sambut Pak Yusak.

Singkatnya, kami mengemas sebuah acara yang bertajuk “100 Gelas Kopi Gratis Hari Ayah Nasional”.  
Hari Ayah Nasional ?? Iya…kebetulan yang sangat pas karena ide kami ini muncul berdekatan dengan Hari Ayah Nasional yang diperingati setiap tanggal 12 November.  

“Aahh…cocok sudah..Father’s Club dan Hari Ayah Nasional”, pikirku sambil tersenyum girang seolah ada bola lampu pijar yang menyala diatas kepalaku…hehehe.

Kami menyelenggarakan acara ini pada hari Minggu, 13 November 2016, tentu saja kami membutuhkan bantuan teman – teman dari beberapa kedai kopi yang sudah piawai dalam menyeduh kopi.
Suasana di garasi sudah mulai sedikit gaduh oleh suara mesin grinder yang terus – menerus menghaluskan biji – biji kopi arabika Kalibening, Banjarnegara. Mas Yoga Oktavian dan Mas Lutfi dari Espede Coffee and Dessert sibuk menghaluskan biji kopi dan memasukkannya kedalam gelas – gelas kertas, begitu juga Mas Aat Febri dari Kedai Lawang Kopi ikut membantu mempersiapkan biji kopi yang sudah halus kedalam gelas kertas.  Tak perlu menunggu lama, aroma khas kopi arabika langsung tercium olehku. Aroma manis gula aren yang tercium olehku menandakan biji kopi ini diroasting dengan sempurna. Tak heran jika yang roasting adalah Mas Bens dari Kedai dan Hand Roast Kopi Kebon. Hand-Roaster yang satu ini memang ahlinya menyangrai biji kopi.

Pukul setengah delapan Ibadah Minggu pagi selesai.  Jemaat satu persatu mulai keluar dari gedung Gereja. Pak Yusak segera menyambut dengan kata – kata melalui TOA, menghimbau agar Jemaat segera langsung menuju ke garasi untuk menikmati kopi yang arabika yang hangat.  Segera saja garasi dan ruang tunggu sedikit demi sedikit dipenuhi oleh Jemaat GKI Purbalingga yang ingin mencoba merasakan kopi arabika. 
 
100 GELAS KOPI GRATIS HARI AYAH NASIONAL
“Loh..kopi kok rasanya asem sih?” kata seorang jemaat yang kaget dengan rasa kopi arabika.

Sebagian besar yang datang dan menikmati kopi pada saat itu memang dikejutkan oleh rasa kopi yang tidak seperti biasanya. Rasanya asem dan sedikit pahit, tanpa gula. Untung ada mas Subhan dari Coffeeand Milk Mania sekaligus juga penyeduh kopi di kedai T.O.S Coffee yang membantu menjelaskan kepada para peminum kopi saat itu tentang kopi Arabika dan Robusta, rasa pahit dan asam pada kopi, panen dan pasca panen kopi yang akhirnya dapat memberikan tambahan wawasan tentang kopi.

Kebetulan yang memang disengaja olehku, acara ini diselenggarakan karena memang aku adalah penikmat kopi dan tukang seduh kopi rumahan. Melalui acara ini aku merasa bahwa segelas kopipun bisa mengapresiasi peran para ayah dalam keluarga baik sebagai kepala rumah tangga, pejuang ekonomi, pendidik anak – anaknya serta apapun ayah berperan dalam keluarganya masing-masing.   

Suasana saat itu yang hujan, membuat para Jemaat tidak cepat – cepat pulang karena menunggu hujan reda. Kami memang sengaja mengubah garasi dan ruang tunggu gereja menjadi tempat yang mirip dengan warung kopi. Jemaat bisa menikmati kopi sambil duduk – duduk, ngemil kacang bawang, ngobrol macem – macem sehingga tercipta suasana yang akrab dan rukun. 

Yang semakin membuatku kagum adalah bantuan dari teman – teman penyeduh kopi yang mau meluangkan waktu dan tenaga menyeduh kopi untuk Jemaat GKI Purbalingga. Kebetulan yang saya sengaja lagi, mereka adalah teman – teman Muslim, tapi mereka mau membantu mensukseskan sebuah kegiatan gereja. Menurutku ini sangat luar biasa bukan !!  Melalui kopi kita semua dipersatukan. Disaat negeri ini sedang sedikit sakit karena isu SARA tapi kopi justru berhasil mempersatukan umat Tuhan yang bisa mengatakan bahwa kita adalah “SESAMA”.  

Entah bagaimana saya harus menyatakan rasa bangga, kagum dan terimakasih kepada teman – teman dari ESPEDE COFFEE & DESSERT, LAWANG KOPI, KOPI KEBON, COFFEE & MILK MANIA, TOS COFFEE, Komisi Dewasa GKI Purbalingga, Majelis Jemaat GKI Purbalingga, para donatur dan dukungan doa dari anggota Father’s Club dan Jemaat GKI Purbalingga sehingga rasa kebersamaan, kekeluargaan, kerukunan dan persahabatan dapat terjalin dan terwujud melalui acara 100 GELAS KOPI GRATIS HARI AYAH NASIONAL.  Semoga sebagai sebuah keluarga, kita selalu rindu untuk dipersatukan kembali dalam kopi
 
"Rasa pahit tidak selalu membuat hubungan menjadi renggang." 
                                                                              -Kang One-

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Warung Makan Rawisan Ninine

Lama banget gue biarin blog ini kosong, postingan pertama langsung tentang makanan deh hehehe... Udah lama sebenernya gue pengin nulis tentang kuliner di sini, tapi baru sempet sekarang. Yaah..daripada ngga...walaupun udah banyak juga kuliner yang ngga sempet gue share di sini. Lain waktu aku share deh ya... Tadi siang gue diajakin makan siang sama temen karna ngerayain ultah perkawinannya dan akhirnya tibalah gue di "warung kupat rawisan ninine". Warung ini letaknya di desa Kutasari, telaga, Purbalingga. Warungnya sederhana banget, model rumah biasa gitu. Warung ini walaupun letaknya lumayan terpelosok, tapi udah terkenal karna rasa terik ayamnya yang katanya enak. Gue jadi penasaran pengin cobain. Di dalam warung suasananya juga sederhana banget. Walaupun bangunannya udah bangunan tembok, tapi suasana rumah desa, ditambah sekitar masih kebun kosong dan banyak pohon, bikin semilir angin terasa seger dan sejuk di badan. oseng kecambah Di atas meja udah disediain b...

5 Alasan Kamu Perlu Lari Pagi

5 Alasan Kamu Perlu Lari Pagi Supaya kamu semangat dalam menjalani harimu.   Siap menghadapi aktifitas atau rutinitas pekerjaan dengan penuh kreatifitas.   Kamu perlu mengawali hari dengan baik dan benar agar mood mu terjaga dengan baik, sehingga kamu dapat menjalani harimu dengan ceria.   Tubuh yang sehat dan bugar akan membuat kamu produktif dan penuh dengan kreatifitas.  Kamu bisa mengawali harimu dengan berolahraga dan sarapan yang sehat.   Lari atau jogging sangat cocok untuk olah raga pagimu.   Lakukanlah lari pagmu pada pukul 05.00 – 06.00 wib. Ini beberapa alasan kamu perlu berlari sepagi itu : 1.   Badan Masih Segar Keadaan tubuh yang masih segar karena belum melakukan aktifitas apapun. Setelah diistirahatkan semalaman otot – otot dan persendian perlu pemanasan agar fleksibel dan tidak mudah lelah atau cidera saat menjalani aktifitas dan rutinitas.   Tapi perlu diperhatikan, jangan lari pagi jika kamu kurang tidur ...

7 Tips yang Bikin Kamu Semangat Lari Lagi

Walaupun kamu sudah mendapat gelar "Si Penggila Lari" atau "Si Hobi Lari" atau apapun namanya, adakalanya juga pada saat tertentu kamu akan merasakan bosan untuk berlari lagi. Kamu merasa jenuh dan sudah sampai di titik klimaks dalam berlari. Nah...kalau sudah begini, rasanya males banget deh untuk olah raga lari, perlu semangat tambahan nih. Kali ini saya mau bagikan 7 tips yang bisa bikin kamu semangat lari lagi, yuukk simak Komunitas Purbalingga Berlari bersama dengan Banyumas Runners 1. Waktu tidur yang cukup Kadang karena kamu mengabaikan waktu istirahat atau tidur malammu, kamu jadi tidak punya waktu tidur yang cukup. Kamu keasyikan nonton film, tv atau begadang sehingga kamu tidur terlalu larut malam, keesokan paginya harus bangun pagi dan kamu merasa masih ngantuk, ngga semangat untuk olag raga. Menurut dunia kesehatan tidur malam yang baik itu selama 7 - 8 jam. Maka itu, biasakan mengatur waktu tidur dengan baik. Jangan biasakan begadang atau tidur t...